HABAR KON BMR

SELAMAT DATANG di Berita Online HABAR KON BMR Kami Lihat,Kami Dengar,Kami Beritakan
Tampilkan postingan dengan label REALITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REALITA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 September 2017

MALAM PENGANTIN YANG DI ANGAN ANGANKAN BERUBAH MENJADI MAUT


Habar Kon BMR, - Sudah menjadi kehendak Allah SWT  yang memberinya  sebuah cobaan berupa penyakit kronis yang bersarang  di badannya selama bertahun-tahun, dan Ini adalah cerita kisah seorang gadis yang bernama Ratna(bukan nama sebenarnya).dan Kisah ini diceritakan oleh Budi (bukan Nama Sebenarnya)  yang berprofesi sebagai penjahit baju pengantin kepada Redaksi Habar Kon BMR. 

Budi Mengatakan Bahwa Ratna  adalah seorang gadis remaja yang sangat cantik, dan sejak kecil ia sudah mengidap penyakit yang kronis. Sejak usia kanak-kanak ia ingin bergembira, bermain, bercanda sebagaimana anak-anak seusianya.  

Sejak penyakit itu menyerangnya, ia tidak dapat menjalankan kehidupan dengan normal seperti orang lain, walaupun ia tetap berada dalam pengawasan dokter dan bergantung dengan obat -obatan. 
Dengan berjalannya waktu Ratna tumbuh besar seiring dengan penyakit yang dideritanya dan Ia menjadi seorang remaja yang cantik dan mempunyai akhlak mulia serta taat beragama. Meski dalam kondisi sakit namun ia tetap berusaha untuk mendapatkan ilmu dan pelajaran dari orang tuanya, dan  walaupun terkadang penyakit kronisnya sering kambuh, yang memaksanya berbaring di tempat tidur selama berhari-hari. 

Suatu Saat atas kehendak Allah SWT datang seorang pemuda yang sangat tampan meminang Ratna, dan meskipun sang pemuda tersebut sudah mendengar mengenai penyakitnya  kronis itu,  Namun semua itu sedikit pun tidak mengurangi kecantikan, agama dan akhlaknya...kecuali kesehatan, meskipun kesehatan adalah satu hal yang sangat penting baginya. 

Demikianlah hari berganti hari bulan berganti bulan si pemuda memberikan bantuan materi agar si gadis meneruskan pengobatannya di salah satu rumah sakit terbaik di dunia. Terlebih lagi dorongan moril yang selalu ia berikan. 

Hari berganti dengan cepat, tibalah saatnya persiapan pesta pernikahan dan untuk mengarungi bahtera rumah tangga. 

Beberapa hari sebelum pesta pernikahan, calonnya pergi untuk menanyakan pengerjaan gaun pengantin yang masih berada di tempat si penjahit. Gaun tersebut masih tergantung di depan toko penjahit. Gaun tersebut mengandung makna kecantikan dan kelembutan. Tiada seorang pun yang tahu bagaimana perasaan Ratna bila melihat gaun tersebut.

Pastilah hatinya berkepak bagaikan burung yang mengepakkan sayap putihnya mendekap langit dan memeluk ufuk nan luas. Ia pasti sangat bahagia bukan karena gaun itu, tetapi karena beberapa hari lagi ia akan memasuki hari yang terindah di dalam kehidupannya. Ia akan merasa ada ketenangan jiwa, kehidupan mulai tertawa untuknya dan ia melihat adanya kecerahan dalam kehidupan. 

Si pemuda menelepon calon pengantinnya, Ratna memberitahukan bahwa setengah jam lagi ia akan pergi ke tempat penjahit untuk mengambil gaun tersebut agar ia dapat mencobanya dan lebih meyakinkan bahwa gaun itu pantas untuknya. Pemuda itu pergi ke tempat penjahit dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi terdorong perasaan bahagia dan gembira akan acara tersebut yang merupakan peristiwa terpenting dan paling berharga bagi dirinya, demikian juga halnya bagi diri Ratna

Karena meluncur dengan kecepatan tinggi, mobil tersebut keluar dari badan jalan dan terbalik berkali-kali. Setelah itu mobil ambulans datang dan melarikannya ke rumah sakit. Namun kehendak Allah berada di atas segalanya, beberapa saat kemudian si pemuda pun meninggal dunia. Sementara telepon si penjahit berdering menanyakan tentang pemuda itu. Si penjahit mengabarkan bahwa sampai sekarang ia belum juga sampai ke rumah padahal sudah sangat terlambat.

Akhirnyai penjahit itu tiba di rumah calon pengantin wanita. Sekali pun begitu, pihak keluarga tidak mempermasalahkan sebab keterlambatannya membawa gaun itu. Mereka malah memintanya agar memberitahu si pemuda bahwa sakit Ratna tiba-tiba kambuh dan sekarang sedang dilarikan ke rumah sakit. Kali ini sakitnya tidak memberi Ratna banyak kesempatan. Tadinya sakit tersebut seakan masih berbelas kasih kepadanya, tidak ingin Ratna merasa sakit. Sekarang rasa sakit itu benar-benar membuat derita dan kesengsaraan yang melebihi penderitaan yang ia rasakan sepanjang hidupnya yang pendek. 

Beberapa menit kemudian datang berita kematian si pemuda di rumah sakit dan setelah itu datang pula berita meninggalnya sang calon pengantinnya, Ratna.

Demikian kesedihan yang menimpa dua remaja, bunga-bunga telah layu dan mati, burung-burung berkicau sedih dan duka terhadap mereka. Malam yang diangan-angankan akan menjadi paling indah dan berkesan itu, berubah menjadi malam kesedihan dan ratapan, malam pupusnya kegembiraan.

Kini gaun pengantin itu masih tergantung di depan toko penjahit. Tiada yang memakai dan selamanya tidak akan ada yang memakainya. Seakan gaun itu bercerita tentang kisah sedih Ratna. Setiap yang melihatnya pasti akan bertanya-tanya, siapa pemiliknya…...?

Jumat, 15 September 2017

LUAR BIASA…!!! TIDAK HANYA MENJAGA KEUTUHAN NKRI, TNI JUGA MAMPU MENCERDASKAN PENERUS BANGSA


Habar Kon BMR – Menjadi seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia tak hanya sebatas menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi juga bisa menjadi tenaga pendidik dan mencerdaskan anak bangsa ditempat penugasan melalui pendidikan.

Sealain menjalankan tugas diwilayah tapal batas ada Hal lain yang dilakukan personel TNI Batalyon Infantri Raider 712/Wiratama dengan mengajar kepada para siswa sekolah dasar (SD) di wilayah perbatasan RI-Timor Leste  dengan menggunakan pola mendongeng.

"Pola ini diterapkan mengingat para siswa sekolah dasar yang masih berusia anak-anak butuh sesuatu yang baru dengan pola bermain dan bercerita. Makanya kami menggunakan pola bercerita dan mendongeng," kata Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Timor Leste Sektor Timur di wilayah Kabupaten Belu Letkol Infantri Elvino Yudha Kurniawan. 

Menurut dia, sifat anak-anak yang pembosan dan tidak betah dengan pola dan cara formal dalam proses belajar mengajar, maka dari itu TNI Satgas Pamtas berusaha mengubah pola mengajar dengan mendongeng.

Seperti dipraktikan personel di Pos Laktutus, yang mengajar siswa SD Katholik Laktutus di Desa Fohoeka, Kecamatan Nanaet Duabesi dengan metode mendongeng menggunakan media bantu boneka.

Dengan pola ini diyakini akan memberi manfaat lebih bagi siswa untuk mengerti materi yang disampaikan. "Ini sudah dipraktik Komandan Pos Laktutus Lettu Inf M Rapiyuddin," kata Letkol Elvino.

Elvino mengatakan, selain menunaikan tugas menjaga keutuhan NKRI di perbatasan, Satgas Yonif Raider 712/Wiratama juga melaksanakan tugas dibidang pendidikan dengan mengajar sejumlah siswa sekolah yang ada di sepanjang tapal batas.

Mata pelajaran dan jenis pendidikan yang bisa diajari di sekolah oleh personel TNI Satgas Pamtas tergantung kebutuhan sekolah. Jika guru matematika berhalangan personil TNI bisa membanggantikannya. Juga bisa menjadi guru bidang studi olahraga, bahasa Indonesia, kewarganegaraan dan bimbingan karakter.

"Personel kami juga melatih baris-berbaris, pramuka dan bentuk kegiatan lainnya untuk kepentingan nasionalisme kebangsaan anak didik perbatasan," katanya.

Kamis, 14 September 2017

KEBERHASILAN DAN KEHEBATAN SATGAS TINOMBALA DALAM MENGAMANKAN 9 PUCUK SENJATA RAKITAN DAN MUNISI


Habar Kon BMR, POSO- Satgas Ops Tinombala TNI kembali amankan 9 pucuk senjata api rakitan laras panjang (senapan) 6 pucuk dan laras pendek (pistol) 3 pucuk serta munisi 83 butir terdiri dari 68 butir munisi SS 1  dan 15 butir munisi pistol yang diduga bekas konflik horisontal tahun 2002 sampai tahun 2008 silam.  Dari tangan masyarakat , senjata-senjata tersebut didapatkan berdasarkan informasi  diperoleh dari Satgas Intel yang tergabung dalam Satgas Tinombala.

Dansatgas, diwakili Kasiter Tinombala Mayor Inf Ratno dalam penyerahan ini mengatakan bahwa keberhasilan personel Satgas Tinombala dengan melakukan pendekatan secara persuasif kekeluargaan, sehingga warga pemilik senjata tersebut akhirnya mau menyerahkan secara suka rela kepada Satgas tinombala , ujar Mayor Ratno. Bertempat di Mapolres Poso Kamis ( 14/9).



Oleh karena itu, Satgas Tinombala bekerja sama dengan satuan Teritorial di wilayah sebagai ujung tombak di daerah untuk bersinergi bahu membahu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya kepemilikan senjata, menguasai senjata secara ilegal karena melanggar hukum ( UU darurat tahun 2014. No 14) dengan mengajak mereka segenap lapisan masyarakat      untuk menciptakan situasi kota Poso yang aman, damai dan kondusif.

 “Perlu diketahui bahwa senjata itu merupakan sisa-sisa pasca konflik beberapa tahun lalu dari pemilik/warga masa itu masih tersimpan karena untuk dipakai berburu dan memberantas hama hewan liar  kerap merusak, seperti babi atau monyet dari hutan yang mengganggu kebun pertaniannya”, Ungkap warga.

Prajurit Satgas Tinombala di sisi, selain mengejar DPO MIT juga melakukan berbagai upaya pendekatan dengan membantu warga yang ada tepat di sektor penugasan dengan melalui program Binter, Komsos, Karya bahkti  dan silaturrahim sosialisasi  pos kamling.  Disinilah warga diberi pemahaman tentang bahaya senpi dan aturan hukum dan pelanggaran kepemilikan senpi.



Selanjutnya senjata sebanyak 9 pucuk dan munisi tersebut dari satgas tinombala diserahkan kepihak yang berwajib (polri)  polres poso  untuk segera di data kemudian keperluan penyelidikan dan selanjutnya dimusnahkan .

Turut hadir Kaops Kombes Pol. M. Badrus, Dansektor AKBP Tedy, Kasiter Tinombala Mayor Inf Ratno,  Papen Mayor Inf Edi, Pasi Intel Lettu Inf M. Slamet serta Staf Tinombala TNI/Polri.

Senin, 11 September 2017

KHUSUS UNTUK PEMBACA SETIA HK BMR : Tips Menahan Nafsu Makan Seperti TNI Secara Alami.


Habar Kon BMR - Banyak orang kesulitan menahan nafsu makan dan selalu memiliki hasrat ingin makan seperti coklat, keripik, biskuit, minuman soda, dll setiap saat.
Nafsu makan yang tidak terkontrol sangat tidak menyehatkan karena menggangu metabolisme tubuh, berat badan menjadi bertambah, dan terakhir yang paling penting dapat menjadi penyakit. Oleh karena itu di artikel ini, tips dan trik akan memberikan beberapa cara ampuh untuk dapat mengatasi kebiasaan Anda seperti pasukan TNI.

Dispen Kostrad memberikan Tips menahan nafsu makan ala TNI secara alami :

1. Makan Lebih Banyak Lemak
Bukan lemak trans atau lemak jenuh dari gorengan, es krim atau cheesecake. Melainkan lemak sehat yang terdapat dalam kacang-kacangan, alpukat, salmon dan minyak zaitun.
Mengonsumsi lemak sehat merupakan strategi penurunan berat badan yang efektif, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.
Penelitian di UC Irvine menemukan, oleic acid yang terdapat pada lemak sehat membantu mendorong usus kecil untuk memproduksi oleoylethanolamide. Yaitu sejenis komponen yang mengirimkan sinyal 'berhenti makan' ke otak.

2. Makan dalam Potongan Kecil
Memotong-motong makanan jadi ukuran yang lebih kecil bisa membuat Anda lebih cepat puas dan kenyang ketimbang makan dalam potongan besar sekaligus.
Dalam penelitian yang dilakukan di Arizona State University, Amerika Serikat, mahasiswa yang diberi satu bagel utuh mengonsumsi lebih banyak kalori dibandingkan partisipan dengan bagel yang sudah dipotong menjadi empat bagian.



3. Perbanyak Latihan Fisik
Sebuah penelitian di Brasil menemukan bahwa aktivitas fisik seperti fitnes dan olahraga bisa meningkatkan sensitivitas syaraf yang berhubungan dengan rasa kenyang.
Semakin sensitif terhadap rasa kenyang, maka Anda akan lebih cepat merasa puas terhadap makanan yang dikonsumsi.
Studi lainnya yang dilakukan di Unibersity of Exeter menunjukkan, 15 menit jalan kaki bisa memangkas keinginan ngemil di kantor hingga 50 persen.

4. 'Mainkan' Indra Penciuman
Makanan dengan aroma rempah yang beragam akan membantu Anda makan lebih sedikit.
Dalam sebuah studi, subjek penelitian mampu menahan godaan untuk makan dessert setelah dia mengonsumsi makanan dengan aroma khas yang kuat.
Untuk mengontrol nafsu makan, Anda bisa menambahkan cacahan jahe segar, daun mint, kayu manis atau daun kemangi ke dalam masakan

5. Makan Perlahan
Anda bisa memperlambat makan dengan mengunyah makanan secara perlahan supaya cepat merasa kenyang. Makan dengan perlahan, maka pikiran jauh dari keinginan mengonsumsi makanan dalam porsi besar.
Selain itu, Anda bisa lebih menikmati makanan yang masuk ke dalam tubuh. Hasil studi dari Univresity of Rhode Island menemukan bahwa orang yang makannya lambat mengonsumsi kalori empat kali lebih sedikit per menit dan lebih cepat kenyang

WOW…..KEGIATAN SOSIAL TNI PENJAGA TAPAL BATAS YANG MENGAJAR NGAJI DIWILAYAH TUGASNYA.


Habar Kon BMR - Belasan anak dengan tekun menirukan bacaan Al Quran. Suara dari mulut-mulut mungil mereka terdengar hingga ke luar mushola. Sesekali, mereka terhenti seraya mengeja huruf dibimbing Zulbakri. 

"Abi, ini seperti apa bunyinya," salah satu anak bertanya. Zulbakri pun dengan sabar menjelaskan dan memberi contoh. 

Panggilan abi yang ditujukan pada Zulbakri memperlihatkan kedekatan di antara anak-anak dengan anggota TNI ini. Abi berasal dari bahasa Arab untuk memanggil seseorang yang dianggap seperti bapak atau ayah. 

Di sela tugas berat menjaga perbatasan negara, para tentara berbaur dengan masyarakat. Ada yang ikut membangun infrastruktur desa, membantu kegiatan di sekolah, sampai melatih karate dan mengajar ngaji anak-anak setempat. Zulbakri adalah salah satu yang dipercaya untuk mengajar ngaji. 

"Dari Batalyon sebelumnya, mereka melihat kondisi di perbatasan ini kurang tenaga guru ngaji. Kalaupun ada tempat mengaji itu bayar. Orangtua murid merasa berat. Batalyon itulah yang pertamakali merintis ada belajar ngaji di sini," runut anggota TNI berpangkat Praka ini. 

Seiring pergantian Batalyon, tugas mengajar ngaji diteruskan ke Batalyon yang bertugas selanjutnya. Jumlah anak yang datang ke mushola di Pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) di Entikong, Kalimantan Barat ini juga terus bertambah. 

"Awalnya hanya ada tiga anak yang datang mengaji. Sekarang muridnya sudah 30 orang lebih. Ada dua kelas, Iqra dan Al Quran. Mengajinya setiap sore, jam 3 sampai ashar untuk Iqro, dilanjutkan Al Quran sampai jam 5," paparnya. 

Seperti anggota TNI lain yang melakukan berbagai kegiatan sosial, Zulbakri tidak meminta bayaran atas apa yang dia kerjakan di luar pengabdiannya kepada negara. 


"Tidak berbayar sama sekali. Ada orangtua yang mau bayar selalu kami tolak. Kalaupun memaksa bayar akhirnya kami gunakan untuk pemeliharaan mushola seperti beli kain pel, sapu atau alat kebersihan lainnya," cerita pria asal Padang, Sumatera Barat tersebut.
"Misalnya di Ambon atau Papua dulu itu masih ada kerusuhan dan gerakan-gerakan separatis. Tingkat kecelakaannya tinggi, seperti ada pembacokan dan sebagainya. Di sini Alhamdulillah tidak ada. Kami pun lebih dekat dengan masyarakat," kisahnya. 

Jauh dari keluarga dan berpindah-pindah wilayah tugas menjadi hal biasa bagi anggota TNI. Bagaimanapun, tak bisa dihindari jika mereka bisa diserang rasa kangen setiap waktu, apalagi bagi Zulbakri yang baru dikaruniai bayi. Hanya komunikasi yang menjadi penawar rindunya.

Itu sebabnya,Zulbakri senang berkomunikasi melalui video call. Dengan cara itu, dia merasa lebih dekat seperti berhadapan dengan istri dan bayi laki-lakinya. 

"Sama istri biasa video call. Disediakan juga WiFi di sini. Internet di sini memang tergantung cuaca. Kalau hujan suka terganggu. Tapi di sini masih beruntung. Masih banyak pos-pos lain yang jauh dari sini, untuk telepon pun sulit sinyalnya," katanya. 

Selama bertugas di Entikong, banyak pengalaman dirasakan Zulbakri. Hal paling berkesan baginya tentu murid-murid mengajinya. Penembak senapan semi otomatis ini mengaku berat berpamitan dengan mereka. 

"Pada nangis apalagi yang kecil-kecil itu, gak boleh pulang katanya. Kita pun sedih juga ninggalinnya. Tapi ya bagaimana, namanya tugas," Zulbakri tertawa bercampur haru. 

Di sisi lain, dia tak sabar untuk bisa bertemu lagi dengan istri dan anaknya. Apalagi ini akan menjadi pertama kalinya dia melihat dan menimang langsung si kecil. 

Soal anak-anak didiknya, Zulbakri tak khawatir meninggalkan mereka. Pasalnya, tugas mengajar ngaji sudah didelegasikan kepada Satgas penggantinya 
"Saya pesan ke anak-anak, rajin-rajin belajar, tetap semangat sampai tercapai cita-cita yang diimpikan," kenangnya. 

Dia akan selalu mengingat momen ketika anak-anak itu mengerubutinya saat jam istirahat, saling berebut ingin duduk dekat sosok yang mereka panggil abi, dan mendengarkan cerita-cerita mereka yang penuh semangat.

"Yang kecil-kecil itu suka ngumpul di dekat saya. Ada saja yang diceritakan. Sampai saya suka bingung cerita mana yang mau didengar. Itu yang bakal bikin kangen," tutupnya seraya tersenyum.

Kamis, 07 September 2017

KEPERCAYAAN MISTIK PASUKAN TNI SAAT MELAKSANAKAN TUGAS,MEMBIKIN BULU KUDU MERINDING


Habar Kon BMR - Dalam setiap perjalanan tugas yang di emban oleh seorang  prajurit TNI baik dalam kondisi perang maupun non perang, kepercayaan pada dunia mistik masih banyak mempengaruhi aktivitas kegiatannya. 

Misi tempur yang dilakukan TNI di Timor-Timur (Timor Leste, 1975)serta para prajurit dari Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang sedang bertempur melawan mantan bekas pasukan khusus Portugis (Tropas) dilarang mengambil barang milik musuh yang sudah gugur.

Tapi senjata yang ditinggalkan musuh tetap diambil dan diamankan agar tidak jatuh ke tangan musuh lagi,dan ada kepercayaan dan anggapan tertentu, jika nekat mengambil barang-barang berharga milik musuh yang berupa barang berharga,konon prajurit bersangkutan kemungkinan tertembak juga nantinya.

Sebenarnya prinsip mengambil barang milik musuh yang sudah tidak berdaya ini juga terjadi di era Perang Kemerdekaan RI (1948).

Namun karena di zaman itu para pasukan RI masih banyak mengalami kekurangan, barang-barang milik musuh pun, seperti baju, celana, dan sepatu, terpaksa diambil.

Meskipun ketika dipakai oleh para gerilyawan RI malah tampak lucu dan kedodoran. Di zaman merdeka seperti sekarang ini kepercayaan mistik yang beredar kalangan prajurit TNI tetap ada.

Misalnya setiap pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) baru selalu dilakukan acara memecah kendi berisi air dan bunga tujuh rupa. Tujuannya agar semua alutsista yang dioperasikan selalu dalam kondisi “aman dan selamat”.

Di Pangkalan Udara (Lanud) Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur, yang merupakan sarangnya skadron-skadron jet tempur TNI AU, setiap tahun juga diadakan upacara ritual tertentu agar semua operasional lanud Iswahyudi berjalan lancar dan aman.

Menurut Marsda TNI Joko Poerwoko yang pernah menjabat Lanud Iswayudi (2002), Lanud pernah mengalami musibah dua jet tempur jatuh sekaligus karena bersenggolan di udara.


Tak lama kemudian setelah musibah dua jet tempur jatuh itu datang “orang pintar”. Dia memberi tahu jika musibah jatuhnya kedua jet tempur itu dikarenakan Lanud Iswahyudi belum mengadakan ritual slametan.

Demi mencegah musibah terulang meskipun secara rasional sulit dipercaya, acara slametan itu tiap tahun tetap dilaksanakan.

Dalam setiap operasi untuk melakukan misi SAR di medan sulit seperti gunung, hutan, dan lautan, personel TNI juga selalu menemui juru kunci atau sesepuh setempat agar terhindar dari kendala yang bersifat supranatural.

Hal berbeda dikisahkan pilot helikopter TNI AU berpangkat Mayor Penerbang yang tak mau disebut namanya.

Ketika akan melakukan operasi SAR korban kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100 di kawasan Gunung Salak (Mei 2012), Bogor, Jawa Barat, ia mengaku sempat menemui juru kunci.

Sekitar 30 menit setelah ia pamit meninggalkan juru kunci untuk terbang melakukan operasi pencarian, hal aneh pun terjadi.

Ia mengaku, saat terbang di atas lokasi lokasi jatuhnya pesawat, dirinya bisa melihat kondisi daratan sangat jelas.

Tampak sang juru kunci sudah berada di lokasi jatuhnya pesawat sambil menunggui personel TNI yang sedang mengevakuasi korban.

Jumat, 01 September 2017

PENGABDIAN SEORANG PASUKAN KHUSUS (KOPASSUS) KEPADA BANGSA DAN NEGARANYA


Habar Kon BMR - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso menjemput sendiri pemimpin kelompok bersenjata Din Minimi. Padahal Din adalah buronan yang paling dicari di Aceh. Sutiyoso mengaku datang tanpa pengawalan. Dia hanya membawa beberapa orang.

Letjen (Purn) Sutiyoso dibesarkan sebagai perwira intelijen di Kopassus TNI AD. Dia kenyang dengan pengalaman tugas di Aceh dan Timor Timur.

Sebenarnya tak cuma Sutiyoso yang pernah melakukan hal ini. Sudah menjadi hal yang biasa jika perwira Kopassus masuk sarang kelompok bersenjata dan membujuk mereka kembali ke pangkuan NKRI.

Biasanya untuk menunjukkan itikad baik, anggota Kopassus itu datang tanpa senjata. Kadang malah datang sendirian dengan mata tertutup dan dijemput ke sarang kelompok bersenjata di Aceh dan Papua. Demi tugas, semua dilakukan. Jelas resikonya nyawa karena biasanya mereka bertempur berhadapan, kini harus masuk ke sarang musuh tanpa senjata. Saat perang dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), beberapa perwira Kopassus melakukan hal ini.

Jenderal Agum Gumelar juga pernah mengisahkan penugasannya di Timor-Timur tahun 1982-1983. Banyak peristiwa menarik yang dialami Agum sebagai perwira menengah Kopassus yang saat itu masih bernama Komando Pasukan Sandi Yudha.

Salah satunya saat Agum menemui pemimpin Fretilin Vincencio Vieras yang bersarang di Gunung Kablaque. Agum ingin menggunakan cara persuasif mengajak Vincencio untuk meletakan senjata dan kembali ke masyarakat.
Pertemuan ini cukup menegangkan. Vincencio mau ditemui dengan syarat Agum tak membawa pasukan lengkap. Agum setuju, dia hanya membawa beberapa anggota baret merah. Sepanjang perjalanan, mata Agum dan anak buahnya harus ditutup.

Kisah ini dituturkan Agum dalam biografinya yang berjudul Jenderal Bersenjata Nurani. Diterbitkan Pustaka Sinar Harapan tahun 2004.

"Saya sudah bersiap untuk kemungkinan terburuk yaitu mati. Tapi saya bilang ke anak buah saya, kalaupun kita harus mati, sebelum itu harus lebih banyak fretilin yang mati," kata Agum.


Namun tak terjadi hal apapun selama perjalanan. Agum bisa bertemu Vincencio dengan lancar. Dia meminta Fretilin berhenti berperang karena rakyat sudah mulai membangun. Fretilin pun tak lagi dapat dukungan internasional.

Upaya persuasif itu tak sia-sia. Banyak anggota gerombolan Fretilin yang kemudian turun gunung dan tak lagi mengangkat senjata.

Menurut Agum dia diberi tugas mengurangi kekuatan Fretilin di Timor Timur. Ada dua cara yang bisa dilakukan, cari dan bunuh mereka. Atau sadarkan mereka untuk sama-sama membangun.

"Saya pilih cara kedua," kata Agum.

Sumber https://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-kopassus-berani-masuk-sarang-musuh-sendiri-tanpa-senjata.html